Bolehkah Berdzikir Bersama Setelah Shalat Fardhu?

Penerbit Alquran – Sebenarnya, bolehkah berdzikir bersama setelah shalat fardhu? Apa sebenarnya hukum dzikir berjamaah menurut kacamata syariat, dan bagaimana pendapat ulama tentang dzikir jamaah ini?

Jawaban singkatnya untuk menenangkan hati Anda, Berdzikir bersama dengan suara keras diperbolehkan dengan niat ta’lim (mengajarkan jamaah yang belum hafal), namun sunnah asalnya bagi imam dan makmum adalah berdzikir secara pelan (sirr) masing-masing, kecuali ada kebutuhan edukasi.

Penjelasan Hukum Berdzikir Bersama Setelah Shalat Fardhu Menurut Ulama

Untuk menjawab kebingungan yang sering terjadi di tengah umat, kita harus merujuk pada pemahaman ulama salaf yang otoritatif. Jika diringkas, berikut adalah kesimpulan hukum dzikir berjamaah setelah shalat fardhu yang paling disepakati oleh mayoritas ulama fikih:

  • Hukum Asal adalah Pelan (Sirr): Disunnahkan bagi imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian untuk memelankan suara dzikirnya setelah shalat fardhu.
  • Diperbolehkan Mengeraskan Suara untuk Mengajar (Ta’lim): Jika di dalam masjid tersebut banyak jamaah awam yang belum hafal lafal dzikir, imam diperbolehkan mengeraskannya agar makmum bisa belajar dan mengikuti.
  • Harus Kembali Dipelankan Jika Sudah Hafal: Apabila jamaah dirasa sudah menguasai bacaannya, maka imam dianjurkan untuk kembali memelankan suaranya.
  • Syarat Mutlak Tidak Mengganggu (Tasywisy): Dzikir keras tidak boleh dilakukan jika sampai mengganggu orang yang sedang shalat masbuq (tertinggal) atau orang yang sedang khusyu’ berdoa sendirian.

Baca Juga Artikel: Tambahan Dzikir Setelah Subuh dan Maghrib yang Sering Terlewat

Bolehkah Berdzikir Bersama Setelah Shalat Fardhu?

Agar pemahaman kita lebih utuh, mari kita bedah rincian pendapat ini berdasarkan pandangan ulama, khususnya Imam Asy-Syafi’i, yang menjadi rujukan mayoritas umat Islam di Indonesia.

Pandangan Imam Syafi’i Tentang Dzikir Berjamaah

Imam Syafi’i dalam kitab monumental beliau, Al-Umm, memberikan penjelasan yang sangat indah dan menyejukkan. Beliau menyatakan, “Aku memandang sunnah bagi imam dan makmum untuk berdzikir kepada Allah setelah selesai shalat, dan hendaknya mereka menyembunyikan (memelankan) dzikirnya.” Namun, Imam Syafi’i memberikan pengecualian yang bijak. Beliau menambahkan bahwa jika seorang imam ingin agar bacaan dzikir tersebut dipelajari oleh jamaahnya, maka ia boleh mengeraskan suaranya. Ketika dirasa jamaah sudah belajar dan hafal, sang imam hendaknya kembali memelankan dzikirnya. Pendapat ini menunjukkan betapa fleksibel dan edukatifnya syariat Islam. Pengerasan suara tujuannya adalah transfer ilmu, bukan sebagai sebuah kewajiban mutlak yang harus dilakukan selamanya di setiap shalat.

Tujuan Edukasi di Tengah Masyarakat Awam

Kita harus menyadari realitas sosial di masyarakat kita. Banyak saudara kita sesama muslim yang mungkin baru hijrah, baru belajar shalat, atau jamaah lansia yang kesulitan menghafal urutan dzikir yang panjang. Dalam konteks seperti ini, tindakan kiai atau imam kampung yang memimpin dzikir secara jahr (keras) dan berjamaah memiliki nilai dakwah yang sangat mulia. Melalui rutinitas tersebut, masyarakat awam akhirnya perlahan-lahan hafal kalimat Tasbih, Tahmid, Takbir, dan urutan Ayat Kursi. Oleh karena itu, kita tidak boleh terburu-buru memberikan label bid’ah kepada masjid yang mempraktikkan dzikir bersama, karena ulama besar pun memberikan ruang untuk tujuan pengajaran.

Artikel Lainnya: Kesalahan Berdzikir Setelah Shalat yang Sering Tidak Disadari

Adab Dzikir Sesuai Sunnah Agar Amal Ibadah Diterima

Memahami hukumnya adalah satu hal, namun mempraktikkan adabnya adalah hal lain yang tak kalah penting. Terlepas dari perdebatan apakah Anda membacanya sendiri-sendiri atau dipandu oleh imam, kualitas bacaan dan hati Anda adalah penentu diterimanya amal tersebut di sisi Allah ﷻ.

Menjaga Kekhusyukan dan Mencegah Riya’ (Pamer)

Inti dari berdzikir adalah muraqabah (merasa diawasi oleh Allah) dan mengingat-Nya dengan penuh kerendahan hati. Berdzikir secara pelan dan rahasia lebih dekat kepada keikhlasan dan sangat ampuh untuk menjauhkan diri dari penyakit riya’ (ingin didengar atau dipuji orang lain). Ketika Anda merendahkan suara, dialog spiritual Anda dengan Sang Pencipta menjadi sangat eksklusif dan intim.

Terlepas dari Anda melakukannya sendiri atau di masjid secara berjamaah bersama imam, yang paling penting adalah membaca Urutan Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah dengan penuh pemaknaan dan kekhusyukan. Jangan sampai lisan kita sibuk mengucapkan Subhanallah, namun hati dan pikiran kita sedang melayang memikirkan urusan pekerjaan atau cicilan duniawi.

Pastikan Panduan Dzikir Anda Bersumber dari Ulama Terpercaya

shahih doa dan dzikir penerbit jabal

Untuk memastikan bahwa setiap kalimat tasbih dan doa hajat yang Anda lantunkan, baik saat sendirian di sepertiga malam maupun saat shalat berjamaah, bernilai pahala dan sesuai sunnah, Anda membutuhkan panduan fisik yang kredibel.

Sebagai jawaban atas kebutuhan umat akan referensi yang lurus, Penerbit Jabal merekomendasikan mahakarya legendaris, Kitab Shahih Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi.

Mengapa Kitab Shahih Doa dan Dzikir (Terbitan Penerbit Jabal) wajib ada di rak buku rumah Anda?

  1. Kelengkapan Tiada Tanding: Memuat panduan doa harian paling lengkap. Mulai dari urutan dzikir fardhu yang benar, doa bangun tidur hingga tidur lagi, doa menyambut kelahiran, mengurus jenazah, doa saat sedih, bahagia, hingga panduan ibadah haji dan puasa.
  2. Pemahaman Ilmu Fikih: Buku ini tidak hanya memberikan teks terjemahan, melainkan membedah makna dan hukum yang terkandung dalam setiap doa, sehingga Anda paham betul keutamaan amal yang Anda kerjakan.
  3. Bebas dari Keraguan: Menghapus rasa was-was Anda dari bahaya mengamalkan doa yang dhaif (lemah) atau bid’ah.

Hanya dengan investasi senilai Rp 95.000, Anda sudah memiliki benteng pertahanan spiritual yang sangat kokoh untuk memandu ibadah seluruh anggota keluarga di rumah seumur hidup. Harga yang sangat bernilai untuk sebuah jaminan keilmuan yang valid.

Dapatkan buku cetakan 100% Original dari Penerbit Jabal (berpengalaman lebih dari 20 tahun mencetak kitab Islam berkualitas). Kami menggaransi keamanan paket Anda dengan Gratis Packing Bubble Tebal dan layanan pengiriman yang cepat ke seluruh pelosok negeri.

This image has an empty alt attribute; its file name is whatsapp.png

Hubungi Penerbit Jabal melalui kontak di bawah ini:

  • WhatsApp: 087777 500 661 / 0878 2408 6365
  • Alamat Kantor: Jalan Desa Cipadung No. 47 RT 03 RW 04, Cibiru, Kota Bandung

Comments are closed.