Isi Kandungan Quran Surat Al-Qashash Ayat 79-82

Kandungan Quran Surat Al-Qashash Ayat 79-82 | Penerbitjabal.com

Isi kandungan quran surat al-qashash ayat 79 sampai 82 – Menjelaskan tentang kisah Qarun untuk diambil pelajaran. Qarun dengan segala kemegahannya memukau sebagian manusia. Saat melihat kebesaran Qarun sebagian manusia berangan-angan memliki keberuntungan laksana Qarun.

Merekalah yang terpedaya dengan kemewahan dunia. Tetapi ada sebagian manusia yang kuat imannya. Mereka tidak tergoda oleh kemegahan yang dimiliki Qarun. Bagi mereka pahala dan rida Allah swt lebih dari segalanya.

Bacaan Lafal Surat Al-Qashash Ayat 79-82 dan Arti Terjemahan Bahasa Indonesia

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ ۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا يَٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ أُوتِىَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Fakharaja ‘alaa qawmihi fii ziinatihi qaala ladziina yuriiduuna lhayaata ddunyaa yaa layta lanaa mitsla maa uutiya qaaruunu innahu ladzuu hazhzhin ‘azhiim.

Artinya : “Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita memiliki ibarat apa yang telah diberikan kepada Karun; sebetulnya ia benar-benar memiliki keberuntungan yang besar”. (QS. Al-Qashash : 79)

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ

Waqaala ladziina uutuu l’ilma waylakum tsawaabu laahi khayrun liman aamana wa’amila shaalihan walaa yulaqqaahaa illaa shshaabiruun.

Artinya : “Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah ialah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan berzakat saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Qashash : 80)

فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُنتَصِرِينَ

Fakhasafnaa bihi wabidaarihi l-ardha famaa kaana lahu min fi-atin yanshuruunahu min duuni laahi wamaa kaana mina lmuntashiriin.

“Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS. Al-Qashash : 81)

وَأَصْبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْا۟ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ

Wa-ashbaha ladziina tamannaw makaanahu bil-amsi yaquuluuna wayka-anna laaha yabsuthu rrizqa liman yasyaau min ‘ibaadihi wayaqdiru lawlaa an manna laahu ‘alaynaa lakhasafa binaa wayka-annahu laa yuflihu lkaafiruun.

Artinya : “Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; jika Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”. (QS. Al-Qashash : 82)

Isi Kandungan Quran Surat Al-Qashash Ayat 79-82

Isi Kandungan Quran Surat Al-Qashash Ayat 79-82

Ayat 79-82 ditampilkan cerita Qarun dengan memaparkan kekuatan harta dan pengetahuan yang juga berakhir dengan kebinasaan ketika disertai oleh kedurhakaan dan keangkuhan. Kisah ini ditampilkan sebagai peringatan kepada kaum musyrikin Mekah yang menindas kaum muslimin antara lain disebabkan oleh kekayaan yang mereka miliki. Di sisi lain, mereka percaya bahwa kekayaan ialah membuktikan keterbebasan dari siksa.

Mereka contohnya berkata;

وَقَالُوا۟ نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَٰلًا وَأَوْلَٰدًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

Artinya “Kami memiliki harta dan belum dewasa lebih banyak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan disiksa.” (QS. Saba’ (34): 35).

Nah, dari sini ayat-ayat yang berbicara ihwal Qarun ini ditampilkan untuk membuktikan kekeliruan mereka. || Isi kandungan quran surat al-qashash ayat 79-82

[ Rekomendasi Terbaik : Penerbit Alquran ]

Ada beberapa catatan penting yang perlu digarisbawahi ihwal ayat ini

Pertama, dalam pandangan Islam, hidup duniawi dan ukhrawi merupakan satu kesatuan. Dunia ialah daerah menanam dan alam abadi ialah daerah menuai. Apa yang ditanam di sini, akan memperoleh buahnya di sana. Islam tidak mengenal istilah amal dunia dan amal akhirat.

Kedua, ayat di atas menggarisbawahi pentingnya mengarahkan pandangan kepada alam abadi sebagai tujuan dan kepada dunia sebagai sarana mencapai tujuan. Ini terlihat terang dengan firman-Nya yang memerintahkan mencari dengan penuh kesungguhan kebahagiaan akhirat. Pada apa yang dianugerahkan Allah Swt atau dalam istilah ayat di atas.

Dengan demikian, semakin banyak yang diperoleh – secara halal – dalam kehidupan dunia ini, semakin terbuka kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan ukhrawi, selama itu diperoleh dan dipakai sesuai petunjuk Allah Swt. Itu juga berarti bahwa ayat ini memang menggarisbawahi pentingnya dunia, tetapi ia penting bukan sebagai tujuan namun sebagai sarana untuk mencapai tujuan. || Isi kandungan quran surat al-qashash ayat 79-82

Ketiga, ayat di atas memakai redaksi yang bersifat aktif ketika berbicara ihwal kebahagiaan akhirat, bahkan menekannya dengan perintah untuk bersungguh-sungguh dan dengan sekuat tenaga berupaya meraihnya. Sedang perintahnya menyangkut kebahagiaan duniawi berbentuk pasif yakni: jangan lupakan. Ini mengesankan perbedaan antar keduanya. Dan harus diakui bahwa memang keduanya sangat berbeda.

Demikian isi kandungan quran surat al-qashash ayat 79-82, mulai dari lafal bacaan, terjemahan dalam bahasa Indonesia, mufradat, tafsir dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat!

Katalog Penerbit Jabal – Isi kandungan quran surat al-qashash ayat 79-82

Cara Order Pemesanan Al Quran & Buku Islam di Penerbit Jabal

Tertarik dengan produk alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan kunjungi website kami www.penerbitjabal.com. Kemudian, Anda dapat langsung menghubungi tim admin melalui salah satu kontak yang tercantum di website.

Jika sudah, Anda akan segera terhubung dengan admin penerbitjabal.com yang sedang bertugas dan sampaikan kebutuhan pemesanan Anda. Mulai dari produk yang diinginkan, jumlah pesanan, harga dan tenggat waktu yang disepakati. || Isi kandungan quran surat al-qashash ayat 79-82

Penerbit Jabal adalah perusahaan penerbit alquran dan buku-buku islam untuk keperluan sekolah, pengajian, wakaf ataupun keperluan yang lainnya. Serahkan kepada Penerbit Jabal sebagai spesialis menerbitkan al quran & buku islam berkualitas harga terjangkau relatif murah. 

Baca Juga :

penerbit alquran

Kandungan Quran Surat An-Nisa Ayat 80 | Penerbitjabal.com

Kandungan Quran Surat An-Nisa Ayat 80 – Menurut Al-Quran, Rasul SAW bukan hanya bertanggung jawab menyampaikan perintah-perintah ilahi. Akan tetapi, beliau juga menjadi hakim dan pemimpin masyarakat Islam. Menaati Rasulullah SAW sama dengan mengikuti perintah Allah SWT. Sebaliknya, melanggar beliau sama artinya melanggar perintah Allah SWT.

Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 80 dan Artinya

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Man yuthi’i rrasuula faqad athaa’a laaha waman tawallaa famaa arsalnaaka ‘alayhim hafiizhaa.

Artinya : “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, gotong royong ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. An-Nisa” : 80)

[ Rekomendasi Terbaik : Penerbit Alquran ]

Isi Kandungan Quran Surat An-Nisa’ Ayat 80

Kalimat فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا dimaksudkan agar Rasul SAW tidak berapi-api dalam mendakwahi dan merasa bersalah kalau manusia tidak beriman. Hal tersebut bertujuan untuk meringankan beban yang sedemikian besar.

Perintah atau larangan yang berasal dari Rasulullah SAW dalam perkara-perkara di luar agama, hukumnya bukan wajib atau haram. Ketaatan kepada Rasul yaitu juga merupakan satu bentuk ketaatan kepada Allah Swt. Pada dasarnya, ketaatan kepada Rasul ini seharusnya bukanlah berangkat dari Al Quran semata, akan tetapi hal ini alasannya yaitu sosok dia yang ideal untuk diteladani.

Beliau bergelar Al- Amin semenjak sebelum mendapatkan risalah, mufassir al-Qur`an, mufti (pemberi fatwa), hakim, khalifah atau pemimpin, suami, bapak dan eksklusif atau individu yang akhlaknya sangat mulia. Bahkan Allah menegaskan akan kemuliaan budi bahasa dia dalam QS. Al-Qalam [68] ayat 4 :

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya : “dan Sesungguhnya kau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Setelah Al Quran, seorang peneliti barat Michael H. Hart yang menulis “100 Tokoh Yang Paling Berpengaruh” pada tahun 1978, menempatkan Rasulullah Muhammad pada peringkat pertama, Nabi Isa menempati peringkat ketiga, sedangkan Isaac Newton peringkat kedua. || Isi kandungan quran surat an-nisa ayat 80

Rasulullah SAW bukanlah sosok yang otoriter. Beliau mendapatkan pendapat, inspirasi dan masukan para sahabat sesuai dengan kompetensi atau keahlian mereka masing – masing. Contohnya di bidang pertanian atau pertahanan.

Ayat ini juga menegaskan agar Rasulullah SAW tidak perlu mengambil tindakan kekerasan atau memaksa orang-orang untuk taat. Alasannya, yaitu pada hakekatnya dia diutus bukanlah sebagai penjaga amal-amal perbuatan mereka. Beliau diutus hanya untuk memberikan berita besar hati dan peringatan.

Sedangkan, imbalan bagi orang-orang yang tidak mau taat yaitu terserah kepada Allah SWT, hendak diberi ganjaran dan ataukah mendapatkan hukuman. Beriman atau tidaknya seseorang bukanlah hasil paksaan, akan tetapi kesadaran sehabis melalui proses berfikir.

Pada hakekatnya, perintah dan larangan Allah SWT yaitu wujud kasih sayang-Nya kepada kita. Allah SWT memberi kita perintah alasannya yaitu Allah SWT tahu betul bahwa apa yang diperintahkan-Nya itu bermanfaat bagi manusia. || Isi kandungan quran surat an-nisa ayat 80

Allah SWT memerintahkan kita shalat, puasa, menolong orang lain, berbuat jujur, menjaga kebersihan jasmani ruhani dan perintah-perintah yang lain. Semua yang diperintahkan yaitu membawa kebaikan, keselamatan, keberuntungan dan kebahagiaan.

Demikian juga larangan-Nya, semata-mata untuk mencegah kita dari kehancuran. Allah SWT melarang kita mendekati zina, berjudi, minum khamr, melaksanakan korups, dan larangan-larangan yang lain. Alasannya yaitu semua itu akan membawa kehancuran bagi kehidupan manusia.

Demikian isi kandungan quran surat an-nisa ayat 80, mulai dari lafal bacaan, terjemahan dalam bahasa Indonesia, mufradat, tafsir dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat!

[ Rekomendasi Terbaik : Penerbit Alquran ]

Katalog Penerbit Jabal – Isi Kandungan Quran Surat An-Nisa Ayat 80

Cara Order Pemesanan Al Quran & Buku Islam di Penerbit Jabal

Tertarik dengan produk alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan kunjungi website kami www.penerbitjabal.com. Kemudian, Anda dapat langsung menghubungi tim admin melalui salah satu kontak yang tercantum di website.

Jika sudah, Anda akan segera terhubung dengan admin penerbitjabal.com yang sedang bertugas dan sampaikan kebutuhan pemesanan Anda. Mulai dari produk yang diinginkan, jumlah pesanan, harga dan tenggat waktu yang disepakati. || Isi kandungan quran surat an-nisa ayat 80

Penerbit Jabal adalah perusahaan penerbit alquran dan buku-buku islam untuk keperluan sekolah, pengajian, wakaf ataupun keperluan yang lainnya. Serahkan kepada Penerbit Jabal sebagai spesialis menerbitkan al quran & buku islam berkualitas harga terjangkau relatif murah. 

Baca Juga :

isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80

Kandungan Quran Surat Al-Maidah Ayat 78-80 | Penerbitjabal.com

Isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78 sampai dengan ayat 80 – Pada akhir ayat dijelaskan bahwa kutukan disebabkan mereka maksiat & melanggar hukum-hukum Allah.

 Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 78-80 dan Terjemahan

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Lu’ina ladziina kafaruu min banii israa-iila ‘alaa lisaani daawuuda wa’iisaa ibni maryama dzaalika bimaa ‘ashaw wakaanuu ya’taduun.

Artinya : “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan ekspresi Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (QS. Al-Maidah : 78)

كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

Kaanuu laa yatanaahawna ‘an munkarin fa’aluuhu labi’sa maa kaanuu yaf’aluun.

Artinya : “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah : 79)

تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِى ٱلْعَذَابِ هُمْ خَٰلِدُونَ

Taraa katsiiran minhum yatawallawna ladziina kafaruu labi’sa maa qaddamat lahum anfusuhum an sakhitha laahu ‘alayhim wafii l’adzaabi hum khaaliduun.

Artinya : “Kamu melihat kebanyakan dari mereka gotong royong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan infinit dalam siksaan.” (QS. Al-Maidah : 80)

Memaknai Mufradat Surat Al-Maidah Ayat 78-80Penerbit Alquran

  • Kata عَلَىٰ pada redaksi عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ berarti “disebabkan” yang sekaligus mengandung makna “kemantapan”. Sehingga kata itu, mengisyaratkan bahwa kutukan itu benar-benar diucapkan oleh pengecap beliau, bukan atas namanya, bukan juga dengan bahasa yang digunakannya. Kutukan Daud as itu antara lain sanggup ditemukan dalam Mazmur 53-78 dan 109. Sedangkan kutukan ‘Isa as sanggup ditemukan bertebaran dalam Kitab Perjanjian Baru.
  • Kata عَصَوا۟ mereka telah durhaka pada ayat ini dalam arti melaksanakan pelanggaran semenjak masa lampau sampai sekarang yang kesudahannya disatu sisi hanya menimpa diri sendiri. Kata ini, memakai bentuk kata kerja masa lampau (madi). Maka, ini menawarkan bahwa kedurhakaan itu bukan sesuatu yang gres tetapi sudah ada semenjak dahulu. Dan untuk mengisyaratkan bahwa kedurhakaan itu masih berlanjut sampai sekarang dan masa datang atau merupakan kebiasaan sehari-hari mereka. || Isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80
  • Kata يَعْتَدُونَ mereka melampaui batas yaitu kedurhakaan yang dilakukan disamping berdampak jelek bagi diri, juga sanggup menimpa pihak lain. Kata ini dihidangkan dalam bentuk kata kerja masa sekarang dan tiba (muḍari’ / present tense), lantaran memang agresi, pelampauan batas dan kedurhakaan sementara Ahl Al-Kitab, terus berlanjut bukan saja sampai masa turunnya ayat ini, tetapi sampai sekarang di tahun dua ribu Masehi. Ini tecermin antara lain oleh aksi mereka terhadap bangsa Palestina dan serangan-serangan mereka terhadap orang-orang tak berdosa.
  • Kata يَتَنَاهَوْنَ saling melarang dalam arti bila ada yang melaksanakan suatu kemungkaran, maka yang lain melarangnya, dan bila suatu ketika yang melarang itu melaksanakan kemungkaran serupa atau berbeda, maka ada lagi yang lain tampil melarangnya, baik yang dahulu pernah dihentikan maupun anggota masyarakat lain. Kata tersebut juga sanggup dipahami dalam arti berhenti, yakni tidak melakukan, sehingga kalau dipahami demikian, dengan penambahan kata لَا (tidak), ini berarti bahwa mereka terus-menerus dan tidak henti-hentinya melaksanakan kemungkaran. || Isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80
  • Kata مُّنكَرٍ yaitu lawan kata ma’ruf. Kata munkar atau mungkar dipahami oleh banyak ulama sebagai segala sesuatu (ucapan maupun perbuatan) yang bertentangan dengan ketentuan agama, nalar dan etika istidat. Kendati demikian, penitikberatan kata munkar lebih banyak pada etika istiadat, demikian juga kata ma’ruf yang dipahami dalam arti etika istiadat yang sejalan dengan tuntunan agama.
  • Kata مِّنْهُمْ (dari mereka) menunjuk kepada orang-orang Yahudi yang berpurapura memeluk agama Islam (munafik), yang pada ketika itu bermukim di Madinah dan sekitarnya.
isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80

Isi Kandungan Quran Surat Al-Maidah Ayat 78-80Penerbit Alquran

Pada ayat 78 ini Allah SWT mengambarkan bahwa orang-orang kafir dari kalangan Yahudi menerima kemurkaan dan kutukan Tuhan melalui ucapan Nabi Daud dan Isa putra Maryam. Nabi Daud mengutuk Ketika mereka menciptakan kedurhakaan pada hari Sabtu (hari larangan terhadap orang Yahudi menangkap ikan). Nabi Isa pun pernah mengutuk mereka. Pada simpulan ayat ini dijelaskan bahwa kutukan itu disebabkan mereka menciptakan maksiat dan melanggar hukum-hukum Allah dengan cara melampaui batas.

Ayat 79 mengambarkan bahwa kebiasaan orang-orang Yahudi yaitu membiarkan kemungkaran-kemungkaran terjadi di hadapan mereka disebabkan mereka tidak melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar. Demikianlah buruknya perbuatan mereka itu sehingga menjadi lantaran adanya kutukan Allah Swt pada mereka. || Isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80

Setelah menegaskan kedurhakaan mereka, ayat 80 mengambarkan bahwa Nabi Muhammad Saw menyaksikan sendiri tingkah laris orang-orang kafir Bani Israel yang ada pada pada masanya, yaitu kebanyakan mereka gotong royong dengan orang musyrik dari kalangan Arab (kaum Nabi sendiri) dalam perjuangan memerangi Nabi Muhammad Saw. Pekerjaan yang mereka lakukan itu yaitu sangat jelek sekali hanya mengikuti perintah hawa nafsu dan hasutan. Perbuatan itu menyebabkan kemurkaan Allah Swt yang karenanya mereka niscaya menerima jawaban daripada-Nya berupa azab api neraka untuk selama-lamanya. Orang-orang yang lepas dari api neraka yaitu orang-orang yang mengerjakan pekerjaan yang diridai Allah Swt.

Orang Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam (munafik), yang pada ketika itu bermukim di Madinah dan sekitarnya. Mereka menemukan masyarakat Arab yang terdiri dari dua suku besar, yakni Aus dan Khazraj telah berduyun-duyun memeluk Islam, di samping juga melihat kepentingan ekonomi serta efek politik mereka menyusut, maka tidak ada jalan lain kecuali berupaya menghambat laju agama Islam. Mereka bekerja sama dengan kaum musyrikin yang bermukim di Mekah dan sekitar Madinah. Tokoh utama kelompok Yahudi ini yaitu Ka’b Ibn Al Asyraf yang berperan besar mendorong kaum musyrikin menyerang kota Madinah. || Isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80

Demikian isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80, mulai dari lafal bacaan, terjemahan dalam bahasa Indonesia, mufradat, tafsir dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat!

[ Rekomendasi Terbaik : Penerbit Alquran ]

Katalog Penerbit Jabal – Pesan Al Quran & Buku Islam Harga Diskon

Cara Order Pemesanan Al Quran & Buku Islam di Penerbit Jabal

Tertarik dengan produk alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan kunjungi website kami www.penerbitjabal.com. Kemudian, Anda dapat langsung menghubungi tim admin melalui salah satu kontak yang tercantum di website.

Jika sudah, Anda akan segera terhubung dengan admin penerbitjabal.com yang sedang bertugas dan sampaikan kebutuhan pemesanan Anda. Mulai dari produk yang diinginkan, jumlah pesanan, harga dan tenggat waktu yang disepakati. || Isi kandungan quran surat al-maidah ayat 78-80

Penerbit Jabal adalah perusahaan penerbit alquran dan buku-buku islam untuk keperluan sekolah, pengajian, wakaf ataupun keperluan yang lainnya. Serahkan kepada Penerbit Jabal sebagai spesialis menerbitkan al quran & buku islam berkualitas harga terjangkau relatif murah. 

Baca Juga :

Kandungan Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219

Kandungan Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219 | Penerbitjabal.com

Isi kandungan quran surat al-baqarah ayat 219 ini merupakan sistem pentahapan dalam melarang suatu perbuatan ibarat halnya khamr dan judi. Hal ini lantaran, sifat dasar Al-Qur`an yang selalu mempertimbangkan kebiasaan masyarakat yang menganggap kedua perbuatan itu baik.

[ Rekomendasi : Penerbit Alquran ]

Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 219 dan Artinya

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Yas-aluunaka ‘ani lkhamri walmaysiri qul fiihimaa itsmun kabiirun wamanaafi’u linnaasi wa-itsmuhumaa akbaru min naf’ihimaa wayas-aluunaka maatsaa yunfiquuna quli l’afwa kadzaalika yubayyinu laahu lakumu l-aayaati la’allakum tatafakkaruun.

Artinya : “Mereka bertanya kepadamu wacana khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah pertanda ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kau berfikir,” (QS. Al-Baqarah : 219)

Makna Mufradat

  • Kata maisir (مَيْسِرِ) terambil dari akar kata yusrun berarti “kemudahan”. Kata kerja yang terbentuk dari ya’, sin, dan ra’ menunjukkan arti ”membuka” dan ”meringankan sesuatu”. Dari arti ini lahir beberapa istilah yang masing-masing membawa perkembangan makna, ibarat kata al-yusr dengan arti “mudah/ kemudahan” kebalikan dari ”sulit/kesulitan”.
  • Kata مَيْسِرِ kemudian dipakai al-Qur’an yang diterjemahkan sebagi “judi” hal ini lantaran judi merupakan sarana termudah untuk mendapat harta benda, namun bersifat negatif.
  • Kata إِثْمٌ كَبِيرٌ menunjuk pada pengertian bahwa kedua perbuatan (memimum khamar dan berjudi) memiliki efek yang sangat buruk bagi diri pelakunya dan kepada orang lain.
Kandungan Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219

Isi Kandungan Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219

Larangan minum khamar, diturunkan secara berangsur-angsur. Sebab minum khamar itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging sejak zaman jahiliah. Kalau dilarang sekaligus, dikhawatirkan akan sangat memberatkan bagi mereka.

Yang dimaksud dengan khamar menurut pendapat jumhur ulama ialah semua minuman yang memabukkan, walaupun terbuat dari bahan apa saja. Jadi minum apa saja yang memabukkan, hukumnya haram, baik sedikit ataupun banyak. Semua ahli kesehatan sependapat, baik dahulu maupun sekarang, bahwa minum khamar itu banyak sekali bahayanya. Allah tidak akan melarang sesuatu, kalau tidak berbahaya bagi manusia. | Isi kandungan quran surat al-baqarah ayat 219

Sudah tidak diragukan bahwa minum khamar itu berbahaya bagi kesehatan, akal pikiran dan urat syaraf, serta harta benda dan keluarga. Minum khamar sama dengan menghisap candu, narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang menimbulkan ketagihan. Seseorang yang telah ketagihan minum khamar, baginya tidak ada nilainya harta benda, berapa saja harga khamar itu akan dibelinya.

Dengan demikian, khamar membahayakan dalam pergaulan masyarakat, menimbulkan permusuhan, perkelahian dan sebagainya. Rumah tangga akan kacau, tetangga tidak aman dan masyarakat akan rusak, karena minum khamar.

Sebagaimana halnya minum khamar, Allah juga melarang main judi sebab bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Judi ialah semua permainan yang menggunakan pertaruhan yang kalah harus membayar kepada yang menang. Taruhan itu berupa apa saja: uang, barang-barang dan lain-lain.

Bahaya main judi tidak kurang dari bahaya minum khamar. Main judi cepat sekali menimbulkan permusuhan dan kemarahan, dan tidak jarang menimbulkan pembunuhan. Bahaya itu sudah terbukti sejak dahulu sampai sekarang. Bilamana di suatu tempat telah berjangkit perjudian, maka di tempat itu selalu terjadi perselisihan, pemusuhan dan pembunuhan. Pekerjaan nekad, kerap kali terjadi pada pemain-pemain judi, seperti bunuh diri, merampok dan lain-lain, lebih-lebih bila ia mengalami kekalahan. | Isi kandungan quran surat al-baqarah ayat 219

Judi adalah perbuatan berbahaya, akibat berjudi seseorang yang baik dapat menjadi jahat, malas mengerjakan ibadah, dan jenuh hatinya dari mengingat Allah. Dia jadi pemalas, pemarah, matanya merah dan badannya lemas. Dengan sendirinya akhlaknya menjadi rusak, tidak mau bekerja untuk mencari rezeki dengan jalan yang baik, dan selalu mengharap kalau-kalau mendapat kemenangan. Dalam sejarah perjudian, tidak ada orang yang kaya karena berjudi. Malahan sebaliknya yang terjadi, banyak orang kaya tiba-tiba jatuh miskin dan melarat karena berjudi. Banyak pula rumah tangga yang bahagia, tiba-tiba hancur berantakan karena judi.

Tafsir Ringkas Kemenag RI Penerbit Alquran

Isi kandungan quran surat al-baqarah ayat 219 – Mereka menanyakan kepadamu, wahai Nabi, tentang khamar, yaitu semua minuman yang memabukkan dan berjudi. Pertanyaan itu muncul, antara lain karena di antara rampasan perang yang diperoleh pasukan pimpinan ‘Abdullah bin Jahsy seperti disinggung pada ayat 217 terdapat minuman keras.

Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa, yakni mudarat yang besar. Keduanya menimbulkan permusuhan dan menyebabkan kaum muslim melupakan Allah dan enggan menunaikan salat. Dan keduanya juga mengandung beberapa manfaat bagi manusia, seperti keuntungan dari perdagangan khamar, kehangatan badan bagi peminumnya, memperoleh harta tanpa susah payah bagi pemenang dalam perjudian, dan beberapa manfaat yang diperoleh fakir miskin dari perjudian pada zaman Jahiliah.

Tetapi dosanya, yakni mudarat yang ditimbulkan oleh khamar dan judi, lebih besar daripada manfaatnya. Khamar diharamkan dalam Islam secara berangsur. Ayat ini menyatakan bahwa minum khamar dan berjudi adalah dosa dengan penjelasan bahwa pada keduanya terdapat manfaat, tetapi mudaratnya lebih besar daripada manfaat itu. Surah an-Nisa’/4: 43 dengan tegas melarang minum khamar, tetapi terbatas pada waktu menjelang salat.

Surah al-Ma’idah/5: 90 dengan tegas mengharamkan khamar, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib dan menyatakan bahwa semuanya adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan yang harus dijauhi selamanya oleh orang-orang beriman. Bagian akhir ayat ini menjelaskan ketentuan menafkahkan harta di jalan Allah. Dan mereka menanyakan kepadamu tentang apa yang harus mereka infakkan di jalan Allah. Katakanlah, “Kelebihan dari apa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan keluarga. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.

Demikian isi kandungan quran surat al-baqarah ayat 219, mulai dari lafal bacaan, terjemahan dalam bahasa Indonesia, mufradat, tafsir dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat!

Penerbit Alquran Katalog Penerbit Jabal – Kandungan Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219

Cara Order Pemesanan Al Quran & Buku Islam di Penerbit Jabal

Tertarik dengan produk alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan kunjungi website kami www.penerbitjabal.com. Kemudian, Anda dapat langsung menghubungi tim admin melalui salah satu kontak yang tercantum di website.

Jika sudah, Anda akan segera terhubung dengan admin penerbitjabal.com yang sedang bertugas dan sampaikan kebutuhan pemesanan Anda. Mulai dari produk yang diinginkan, jumlah pesanan, harga dan tenggat waktu yang disepakati.

Penerbit Jabal adalah perusahaan penerbit alquran dan buku-buku islam untuk keperluan sekolah, pengajian, wakaf ataupun keperluan yang lainnya. Serahkan kepada Penerbit Jabal sebagai spesialis menerbitkan al quran & buku islam berkualitas harga terjangkau relatif murah. | Isi kandungan quran surat al-baqarah ayat 219

Baca Juga :

penerbit alquran

Kandungan Quran Surat Luqman Ayat 13-14 | Penerbitjabal.com

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pada artikel kali ini kita akan membahas isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14.

Surat Luqman ayat 13-14 adalah ayat tentang tauhid dan birrul walidain. Berikut ini arti, tafsir dan kandungan maknanya.

Surat Luqman (لقمان) terdiri dari 34 ayat dan merupakan surat makkiyah. Dinamakan Surat Luqman karena memuat kisah Luqman al Hakim yang memiliki pemahaman mendalam tentang keesaan Allah dan memiliki hikmah.

Adapun secara khusus ayat 13-14 merupakan ayat tentang tauhid dan birrul walidain. Melarang berbuat syirik dan memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtua. Dan itu diajarkan Luqman kepada anaknya.

Sebelum membahas lebih jauh lagi, sebaiknya kita menyimak dulu ayatnya secara lengkap.

 Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 13-14 dan Artinya

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

wa-idz qaala luqmaanu libnihi wahuwa ya’izhuhu yaa bunayya laa tusyrik bilaahi inna sysyirka lazhulmun ‘azhiim

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kau mempersekutukan Allah, gotong royong mempersekutukan (Allah) yakni benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

wawashshaynaa l-insaana biwaalidayhi hamalat-hu ummuhu wahnan ‘alaa wahnin wafishaaluhu fii ‘aamayni ani usykur lii waliwaalidayka ilayya lmashiir

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada insan (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Luqman :14).

Asbabun Nuzul Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 13-14

Surat Luqman yakni surat yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah. Dinamakannya surat dengan Luqman dikarenakan surat itu mengandung banyak sekali wasiat dan nasehat yang disampaikan Luqman kepada anaknya.

Adapun lantaran turunnya ayat 13-14 para mufasir beropini bahwa ayat ini turun terhadap permasalahan Sa’ad bin Abi Waqash. Tatkala dirinya memeluk Islam kemudian ibunya menyampaikan kepadanya;

”Wahai Sa’ad telah hingga informasi kepadaku bahwa engkau telah condong (kepada agama Muhammad). Demi Allah SWT saya tidak akan berteduh dari teriknya matahari dan angin yang berhembus, saya tidak akan makan dan minum hingga engkau mengingkari Muhammad Saw. dan kembali kepada agamamu sebelumnya.” Sa’ad yakni anak lelaki yang paling dicintainya. | Isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14

Tetapi Sa’ad enggan untuk itu. Kemudian, ibunya menjalani semua itu selama tiga hari dalam keadaan tidak makan, tidak minum serta tidak berteduh. Sehingga, sa’ad pun mengkhawatirkannya. Lalu, sa’ad tiba menemui Nabi Muhammad SAW dan mengadukan perilaku ibunya kepadanya maka turunlah ayat ini.

Tafsir Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 13-14

Surat Luqman ayat 13 adalah ayat yang mengabadikan pelajaran Luqman al Hakim kepada anaknya. Yakni pelajaran paling utama, tauhid. Luqman mengatakan kepada anaknya agar jangan menyekutukan Allah. Karena menyekutukan Allah adalah perbuatan aniaya yang paling besar.

Surat Luqman ayat 14 adalah ayat yang memerintahkan birrul walidain, berbakti kepada kedua orangtua. Terutama kepada ibunya yang telah mengandung dalam kondisi lemah dan payah yang semakin bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan. Lalu ia melahirkan dan menyusui hingga dua tahun.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa masa penyusuan yang sempurna adalah dua tahun. Sebagaimana juga disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 233. | Isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14

Lalu Allah menutup ayat 14 dari Surat Luqman ini dengan memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dan berterima kasih kepada kedua orangtua. Dia juga mengingatkan tempat kembali manusia. Bahwa kelak semua orang akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya. Termasuk dalam masalah aqidah dan birrul walidain.

Apa Saja Nasihat Luqman Kepada Putranya?

  • Jangan musyrik atau menyekutukan Allah

Mempersekutukan artinya menyerupakan sesuatu dengan Allah SWT. Misalnya dengan menyembah matahari. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 13 yang berarti “Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

  • Jangan Angkuh dan Sombong

Hal ini sebagaimana QS. Luqman (31) ayat 18 yang artinya “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri”.

  • Birrul Walidain

Surat Luqman ayat 14 ini merupakan perintah untuk berbakti kepada orangtua (birrul walidain).

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya

Kata washshoina (وصينا) artinya adalah Kami wasiatkan. Wasiat kalau berasal dari Allah, maka ia adalah perintah.

Dalam  ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orangtuanya yakni ayah dan ibunya. Allah memerintahkan menghormati dan memuliakan keduanya.

  • Bersyukur kepada Allah dan orangtua

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya : “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Setelah perintah bertauhid kepada Allah dan berbakti kepada orangtua, Allah menuntun hamba-Nya agar bersyukur kepada-Nya dan berterima kasih kepada kedua orangtuanya. | Isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14

Mengapa lebih dulu harus bersykur kepada Allah? Karena seluruh nikmat dalam hidup ini adalah pemberian Allah. Termasuk nikmat kasih sayang orangtua, sesungguhnya yang membuat orangtua mengasihi anaknya adalah Allah.

Kandungan Quran Surat Luqman Ayat 13-14

Berikut ini isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14 yang kami sarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.

1. Orangtua harus mendidik anak-anaknya untuk bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pendidikan ini yang paling utama sehingga menjadi pendidikan pertama yang diberikan Luqman kepada anaknya.

2. Surat Luqman ayat 13 berisi larangan berbuat syirik.

3. Syirik (menyekutukan Allah) merupakan kezaliman yang paling besar. Tidak ada perbuatan zalim atau aniaya yang melebihi besarnya dosa syirik.

4. Surat Luqman ayat 14 berisi perintah birrul walidain. Seorang anak wajib berbakti kepada kedua orangtuanya. Terutama kepada ibu yang telah mengandung, melahirkan dan mengasuhnya dengan penuh susah payah.

5. Wajib bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada orangtua.

6. Ayat ini mengingatkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia.

Demikian isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14, mulai dari lafal bacaan, terjemahan dalam bahasa Indonesia dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat!

Katalog Penerbit Jabal – Penerbit AlquranKandungan Quran Surat Luqman Ayat 13-14

Cara Order Pemesanan Al Quran & Buku Islam di Penerbit Jabal

Tertarik dengan produk alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan kunjungi website kami www.penerbitjabal.com. Kemudian, Anda dapat langsung menghubungi tim admin melalui salah satu kontak yang tercantum di website.

Jika sudah, Anda akan segera terhubung dengan admin penerbitjabal.com yang sedang bertugas dan sampaikan kebutuhan pemesanan Anda. Mulai dari produk yang diinginkan, jumlah pesanan, harga dan tenggat waktu yang disepakati.

Penerbit Jabal adalah perusahaan penerbit alquran dan buku-buku islam untuk keperluan sekolah, pengajian, wakaf ataupun keperluan yang lainnya. Serahkan kepada Penerbit Jabal sebagai spesialis menerbitkan al quran & buku islam berkualitas harga terjangkau relatif murah. | Isi kandungan quran surat luqman ayat 13-14

Baca Juga :

isi kandungan quran surat al maidah ayat 32

Kandungan Quran Surat Al Maidah Ayat 32 | Penerbitjabal.com

Kandungan quran surat al maidah ayat 32 – mengajarkan untuk menjaga kehidupan dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan. Surat al maidah termasuk surah madaniyah. Imam Ahmad meriwayatkan, surat ini turun ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang naik unta. Hampir saja paha unta itu patah karena begitu beratnya wahyu yang diterima Rasulullah.

Kekerasan merupakan tindakan dan perbuatan jahat (penyiksaan, pemukulan, pemerkosaan dan lain-lain) yang mengakibatkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Istilah “kekerasan” juga mengandung kecenderungan bergairah untuk melaksanakan sikap yang merusak. Kerusakan harta benda biasanya dianggap masalah kecil dibandingkan dengan kekerasan terhadap orang.

Lafal Bacaan Surat Al Maidah Ayat 32 dan Terjemahan

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Min ajli dzaalika katabnaa ‘alaa banii isroo-iila annahuu man qotala nafsan bighoiri nfasin au fasaadin fil ardli fa kaannamaa qotalan naasa jamii’aa. Wa man ahyaahaa faka-annamaa ahyan naasa jamii’aa. Walaqod jaa-athum rusulunaa bil bayyinaati tsumma inna katsiiron minhum ba’da fil ardli lamusrifuun

Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Isi Kandungan Quran Surat Al Maidah Ayat 32

Manusia dianugerahi oleh Allah SWT berupa nafsu. Dengan nafsu tersebut, manusia sanggup merasa benci dan cinta. Dengannya pula, manusia bisa melakukan persahabatan dan permusuhan. Dengannya pula, manusia bisa mencapai kesempurnaan ataupun kesengsaraan.

Permusuhan berasal dari rasa benci yang dimiliki oleh setiap manusia. Sebagaimana cinta, benci pun berasal dari nafsu yang harus bertumpu di atas pondasi akal. Permusuhan di antara manusia, terkadang alasannya yaitu kedengkian pada hal-hal duniawi. Ibarat pada kasus Qabil dan Habil ataupun pada dongeng Nabi Yusuf as dan saudara-saudaranya. Terkadang pula, permusuhan dikarenakan dasar ideologi dan keyakinan. | Kandungan quran surat al maidah ayat 32

Allah SWT menjelaskan dalam ayat ini, bahwa sesudah insiden pembunuhan Qabil terhadap Habil, Allah SWT memutuskan suatu aturan bahwa membunuh seorang manusia, sama dengan membunuh seluruh manusia. Begitu juga menyelamatkan kehidupan seorang manusia, sama dengan menyelamatkan seluruh manusia.

Ayat ini menyinggung sebuah prinsip sosial di mana masyarakat bagaikan sebuah tubuh, sedangkan individu-individu masyarakat merupakan anggota badan tersebut. Apabila sebuah anggota badan sakit, maka anggota badan yang lainnya pun ikut mencicipi sakit.

Begitu juga apabila seseorang berani mencemari tangannya dengan darah orang yang tak berdosa, maka pada hakikatnya beliau telah membunuh manusia lain yang tidak berdosa. Dari segi sistem penciptaan manusia, terbunuhnya Habil telah mengakibatkan hancurnya generasi besar suatu masyarakat, yang bakal hadir dan lahir di dunia ini. | Kandungan quran surat al maidah ayat 32

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 32 terdapat tiga pelajaran yang bisa dipetik.

1. Nasib kehidupan insan sepanjang sejarah mempunyai kaitan dengan orang lain. Sejarah kemanusiaan merupakan mata rantai yang saling berhubungan. Karena itu, terputusnya sebuah mata rantai akan menimbulkan musnahnya sejumlah besar umat manusia.

2. Nilai suatu pekerjaan berkaitan dengan tujuan mereka. Pembunuhan seorang insan dengan maksud jahat merupakan pemusnahan sebuah masyarakat, tetapi keputusan pengadilan untuk melaksanakan sanksi terhadap seorang pembunuh dalam rangka qisas merupakan sumber kehidupan masyarakat.

3. Mereka yang mempunyai pekerjaan yang bekerjasama dengan evakuasi jiwa manusia, ibarat para dokter, perawat, polisi harus mengerti nilai pekerjaan mereka. Menyembuhkan atau menyelamatkan orang yang sakit dari janjkematian bagaikan menyelamatkan sebuah masyarakat dari kehancuran.

Tugas kita bersama yaitu menjaga ketenteraman hidup dengan cara mengasihi tetangga, orang-orang yang berada di sekitar kita. Artinya, kita dihentikan melaksanakan perilaku-perilaku yang sanggup merugikan orang lain, termasuk menyakitinya dan melaksanakan tindakan kekerasan kepadanya.

Demikian isi kandungan quran surat al maidah ayat 32, mulai dari lafal bacaan, terjemahan dalam bahasa Indonesia dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat!

Sumber Buku Pendidikan Agama Islam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.

Kandungan Quran Surat Al Maidah – Penerbit jabal – Penerbit Alquran

isi kandungan quran surat al maidah ayat 32

Cara Order Pemesanan Al Quran & Buku Islam di Penerbit Jabal

Tertarik dengan produk alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan kunjungi website kami www.penerbitjabal.com. Kemudian, Anda dapat langsung menghubungi tim admin melalui salah satu kontak yang tercantum di website.

Jika sudah, Anda akan segera terhubung dengan admin penerbitjabal.com yang sedang bertugas dan sampaikan kebutuhan pemesanan Anda. Mulai dari produk yang diinginkan, jumlah pesanan, harga dan tenggat waktu yang disepakati.

Penerbit Jabal adalah perusahaan penerbit alquran dan buku-buku islam untuk keperluan sekolah, pengajian, wakaf ataupun keperluan yang lainnya. Serahkan kepada Penerbit Jabal sebagai spesialis menerbitkan al quran & buku islam berkualitas harga terjangkau relatif murah. | Kandungan quran surat al maidah ayat 32

Baca Juga :

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat ayat 10 sampai 13

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10 – 13 | Penerbitjabal.com

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10 sampai 13 – Surah Al Hujurat ayat 10-13 merupakan ayat yang menjelaskan tentang persaudaraan berlandaskan iman. Ukhuwah imaniyah. Berikut ini lafal bacaan, terjemah per kata, asbabun nuzul dan isi kandungannya.

Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 10 Sampai 13 Beserta Artinya

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

innamaa lmu’minuuna ikhwatun fa-ashlihuu bayna akhawaykum wattaquu laaha la’allakum turhamuun

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, alasannya itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah biar kau mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat : 10) 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟

بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖبِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

yaa ayyuhaa ladziina aamanuu laa yaskhar qawmun min qawmin ‘asaa an yakuunuu khayran minhum walaa nisaaun min nisaa-in ‘asaa an yakunna khayran minhunna walaa talmizuu anfusakum walaa tanaabazuu bil-alqaabi bi’sa l-ismu lfusuuqu ba’da l-iimaani waman lam yatub faulaa-ika humu zhzhaalimuun

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kau saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan yaitu (panggilan) yang jelek (fasik) sehabis beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat : 11) 

Isi Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10-13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ

وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

yaa ayyuhaa ladziina aamanuu ijtanibuu katsiiran mina zhzhanni inna ba’dha zhzhanni itsmun walaa tajassasuu walaa yaghtab ba’dhukum ba’dhan ayuhibbu ahadukum an ya’kula lahma akhiihi maytan fakarihtumuuhu wattaquu laaha inna laaha tawwaabun rahiim

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sebetulnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kau mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kau yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kau yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kau merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sebetulnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat  : 12)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

yaa ayyuhaa nnaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wauntsaa waja’alnaakum syu’uuban waqabaa-ila lita’aarafuu inna akramakum ‘inda laahi atqaakum inna laaha ‘aliimun khabiir

Artinya : “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah membuat kau dari seorang pria dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku biar kau saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kau di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat : 13)

Isi Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10 dan Asbabun-Nuzul

Isi kandungan quran surat al-hujurat – Pada ayat 10, Allah SWT menegaskan walaupun ummat muslim itu berbeda-beda bangsa, etnis, bahasa, warna kulit, kebiasaan serta stratifikasi sosialnya. Namun, mereka yaitu satu dalam persaudaraan Islam. Persaudaraan yang diibaratkan laksana ratusan atau bahkan ribuan lidi yang diikat menjadi satu, sehingga tidak mudah dipatahkan. Oleh sebab itu, sesama ummat muslim harus memiliki jiwa persaudaraan dan persatuan yang kokoh sebagaimana ajaran agama Islam.

Persaudaraan memang merupakan kunci sukses dalam membuat dan melestarikan tata kehidupan masyarakat yang baik, terhormat dan bermartabat. Sejarah telah mencatat manfaat aktual dari persaudaraan tersebut, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah yang telah mempersatukan kaum Muhajirin (dari Makkah) dengan kaum Anṣar (penduduk orisinil Madinah). Abu Bakar as-Siddiq ia persaudarakan dengan Hariṡah bin Zaid, ‘Umar bin Khattab ia persaudarakan dengan ‘Itbah bin Malik, demikian juga dengan sobat yang lain.

Berdasarkan hal itu, terdapat suatu pepatah yang menyampaikan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Begitu juga dengan suatu citra atau iktibar yang menandakan bahwa seorang muslim itu menyerupai sebatang lidi maka ia akan gampang dipatahkan. Berbeda bilamana ia bersatu dengan muslim lainnya diikat dalam satu ikatan laksana seratus atau ribuan lidi, maka sangat berat untuk dipatahkannya.

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 11

Kandungan quran surat al-hujurat ayat 11 merupakan konsekuensi logis dari ayat 10, yaitu Allah SWT melarang ummat islam untuk mencela dirinya sendiri, yang sebagian mufassir mengartikan melarang mencela saudara mukmin lainnya. Karena orang mukmin itu menyerupai satu tubuh, sehingga jika ia mukmin lainnya berarti ia mencela dirinya sendiri.

Dalam ayat ini, Allah SWT juga melarang ummat islam memanggil orang mukmin lainnya dengan panggilan yang buruk, seperti panggilan jelek yang tidak disenangi. Dan pada penggalan simpulan ayat ini, Allah SWT memperingatkan orang yang melaksanakan hal tersebut untuk sesegera mungkin bertaubat. Dengan cara tidak melakukan kembali kesalahan yang telah dilakukan.

Asbabun nuzul (sebab turun) QS. Al-Hujurat ayat 11 sebagaimana diriwayatkan di dalam kitab Sunan yang empat (Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmizi, Sunan An Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah), yang bersumber dari Abu Jubair Ad-Dahhak.

Menurut Imam At-Tirmizi:

“Mengemukakan bahwa seorang laki laki memiliki dua atau tiga nama. Orang itu sering dipanggil dengan panggilan tertentu yang tidak ia senangi. Ayat ini (QS. al-Hujurat  : 11) turun sebagai larangan menggelari orang dengan nama-nama yang tidak menyenangkan”.

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan lain-lain, yang bersumber dari Abu Jubair Ad- Dahhak: 

“Mengemukakan nama-nama gelar di zaman jahiliyah sangat banyak. Ketika Nabi memanggil seseorang dengan gelarnya, ada orang yang memberitahukan ke- pada ia bahwa gelar itu tidak disukainya. Maka turunlah ayat ini (QS. al-Hujurat  : 11) yang melarang orang memanggil orang dengan gelar yang tidak disukainya”.

Diriwayatkan oleh Aḥmad yang bersumber dari Abu Jubair Ad-Dahhak: 

“Mengemukakan bahwa ayat ini (QS. al-Hujurat  : 11) turun berkenaan dengan Bani Salamah. Nabi datang di Madinah pada ketika orang biasanya memiliki dua atau tiga nama. Pada suatu ketika Rasulullah memanggil seseorang dengan salah satu namanya, tetapi ada orang yang berkata: “Ya Rasulullah!” Sesungguhnya ia murka dengan panggilan itu”.

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 12

Dalam ayat 12 ini, menjelaskan tentang membina persaudaraan ummat islam. Allah SWT melarang orang-orang yang beriman cepat berprasangka. Sebab, sebagian dari prasangka yaitu dosa yang harus dijauhi. Disamping itu juga, melarang untuk mencari-cari kesalahan orang lain, menggunjing atau ghibah.

Sebab turunnya QS. Al-Hujurat ayat 12, diriwayatkan Ibnu Al-Munzir yang bersumber dari Ibnu Juraij: 

“Dia mengemukakan bahwa ayat ini (QS. al-Hujurat  :12) turun berkenaan dengan Salman al-Farisi yang bila selesai makan, suka terus tidur dan mendengkur. Pada waktu ada orang yang menggunjingkan perbuatannya. Maka turunlah ayat ini (QS. al-Hujurat  : 12) yang melarang seseorang mengumpat dan menceritakan keaiban orang lain”.

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 13

Kandungan quran surat al-hujurat ayat 13 ini, menegaskan kepada semua insan bahwa mereka diciptakan Allah SWT dari seorang pria dan seorang perempuan. Allah Swt Maha Kuasa dan Pencipta yang baik. Menciptakan insan secara pluralistik, berbangsa, bersuku yang beragam dengan keanekaragaman dan kemajemukan. Bukan untuk berpecah belah, saling merasa paling benar, melainkan untuk saling mengenal, bersilaturrahmi, berkomunikasi saling memberi dan menerima.

Seorang mukmin harus mengikuti perintah-Nya dengan penuh kesadaran dan mengakui bahwa semua insan disisi Allah SWT yaitu sama, yang membedakan derajat mereka yaitu Ketakwaannya kepada Allah SWT. Orang yang paling mulia disisi Allah SWT, yaitu oang yang paling taqwa kepada-Nya.

Sebab turunnya QS. Al-Hujurat ayat 13, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abi Mulaikah, dia mengemukakan: 

“Ketika Fatḥu Makkah (penaklukan kota Makkah), Bilal naik ke atas Ka’bah untuk mengumandangkan azan. 

Beberapa orang berkata: “Apakah pantas budak hitam ini ażan di atas Ka’bah?” 

Maka berkatalah yang lainnya: “Sekiranya Allah membenci orang ini, pastilah Dia akan menggantikannya”. Ayat ini (QS. al- al-Hujurat  : 13) turun sebagai penegasan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, yang paling mulia yaitu yang paling bertaqwa.

Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dalam Kitab Mubhamat-nya (yang ditulis tangan oleh Ibnu Basykuwal), yang bersumber dari Abu Bakr bin Abi Dawud di dalam tafsirnya. Mengemukakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Abu Hind yang dikawinkan oleh Rasulullah kepada seorang perempuan Bani Bayaḍah.

Bani Bayaḍah berkata: 

“Wahai Rasulullah, pantaskah jikalau kami mengawinkan putri-putri kami kepada bekasbekas budak kami?” 

Ayat ini (QS. al-Hujurat  :13) turun sebagai klarifikasi bahwa dalam Islam tidak ada perbedaan antara bekas budak dan orang merdeka.

Penerbit Alquran – Grosir Buku Islam Best Seller

Jual Buku Islam Kitab Asbabun Nuzul – Penyusun Imam Jalaludin As-Suyuthi

Kandungan Quran Surat Al-Hujurat ayat 10 sampai 13

Harga: 99 Ribu
Penyusun: Imam Jalaludin As-Suyuthi

Alhamdulillah, buku baru Penerbitjabal.com telah hadir. Karya klasik yang Insya Allah sangat dibutuhkan ummat Islam. Diterjemahkan dari kitab “Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul” atau yang dikenal singkat dengan nama Asbabun Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi, berisi sebab-sebab turunnya ayat Al Quran.

Dengan mengetahui sebab turunnya ayat, kesulitan dalam memahami ayat akan berkurang. Karena itulah para ulama sepakat bahwa Asbabun Nuzul adalah salah satu ilmu Al Quran yang sangat penting untuk dipelajari.

Manfaatnya :

  • Mengetahui pelaku yang menyebabkan turunnya ayat Al Qur’an
  • Memudahkan untuk menghafal
  • Menegaskan bahwa Al Qur’an benar-benar dari Allah SWT dan bukan buatan manusia
  • Mengetahui secara jelas hikmah disyariatkannya suatu hukum

Isi Kandungan Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10-13 | PENERBIT ALQURAN

Kontak Penerbit Jabal
WhatsApp: 0853-1512-9995 / 087777-500-661
Telp/Fax: 022-7809282
Email: penerbit_jabal@yahoo.com

Baca Juga :

bulughul maram - jual buku islami best seller

Jual Buku Islami Best Seller – 100% Original – Penerbitjabal.com

Jual Buku Islami Best Seller 100% Original – Banyak sekali buku khasanah pemikiran islam yang sangat bagus. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini penerbitjabal.com ingin memberikan rekomendasi buku islami best seller tahun di tahun 2021.

Bulughul Maram Karya Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani – Jual Buku Islami Best Seller

bulughul maram - jual buku islami best seller

Buku ini merupakan terjemahan lengkap kitab Bulughul Maram karya ulama terkenal Ibnu Hajar Al-Asqalani. Bulughul Maram merupakan kitab klasik yang telah menjadi rujukan dari banyak ulama. Karena kandungan isinya dan manfaat yang bisa diambil, buku ini telah menjadi pegangan kaum muslimin dari generasi ke generasi.

Tujuan Imam Ibnu Hajar menyusun buku ini yaitu:

  • Agar dapat mengantarkan setiap Muslim menjadi manusia yang arif dan bijaksana
  • Membimbing pencari ilmu agar bisa mengambil banyak hikmah
  • Menjadi pencerah akal dan pikiran kepada siapa pun yang memiliki gairah dan semangat terhadap ilmu.
  • Kandungan buku ini merupakan intisari dari pesan Nabi Muhammmad Saw yang berasal dari tujuh kitab Imam Hadis yaitu Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah mengenai perbaikan akhlak, fiqih, ibadah, jalan menuju kebahagiaan dan kebaikan amal.

[ Tertarik Untuk Memesan? Klik di sini Kitab Bulughul Maram ]

Sebab-sebab Turunnya Alquran (Asbabun Nuzul) – Jual Buku Islami Best Seller

asbabun nuzul - jual buku islami best seller

Karya klasik yang Insya Allah sangat dibutuhkan umat. Diterjemahkan dari kitab Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul atau yang dikenal singkat dengan nama Asbabun Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi, berisi sebab-sebab turunnya ayat Al Quran.

Dengan mengetahui sebab turunnya ayat, kesulitan dalam memahami ayat akan berkurang. Karena itulah para ulama sepakat bahwa Asbabun Nuzul adalah salah satu ilmu Al Quran yang sangat penting untuk dipelajari.

Manfaat Lainnya :

  • Mengetahui pelaku yang menyebabkan turunnya ayat AlQur’an
  • Memudahkan untuk menghafal
  • Menegaskan bahwa Al Qur’an benar-benar dari Allah SWT, dan bukan buatan manusia
  • Mengetahui secara jelas hikmah disyariatkannya suatu hukum

[ Tertarik Untuk Memesan? Klik di sini Kitab Asbabun Nuzul ]

Fathur Rabbani: Mensucikan Jiwa Membuat Hati Menjadi Tenang dan Damai

Mensucikan Jiwa Membuat Hati Menjadi Tenang dan Damai

Jual Buku Islami Best Seller – Pencerahan jiwa, ketulusan kata-kata, kekayaan makna, akan Anda temukan di dalam buku ini. Sebuah maha karya wali Allah, Imam, dan ulama besar Syaikh Abdul Qadir Jailani.

Dengan membaca dan merenungkannya Anda akan mendapatkan pelajaran berharga tentang nilai-nilai pensucian jiwa. Setelah itu, mudah-mudahan jiwa menjadi tercerahkan, sehingga jiwa ini memperoleh manfaat berupa kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan dalam mengarungi hidup di dunia.

Buku fathur rabbani telah diterjemahkan ke banyak bahasa dan telah dibaca jutaan orang di seluruh dunia-. Buku ini menjadi pegangan bagi orang-orang yang ingin hatinya tenang dan damai, bagi orang yang ingin merasakan nikmatnya kebaikan.

[ Tertarik Untuk Memesan? Klik di sini Buku Fathur Rabbani: Mensucikan Jiwa ]

Sirah Nabawiyah: Sejarah Kehidupan Rasulullah

Jual Buku Islami Best Seller – Pada awal penulisan buku, Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri mencoba menjelaskan kondisi masyarakat Arab sebelum Rasulullah saw lahir ke dunia. Beliau pun menjelaskan siapa keluarga Rasulullah dan bagaimana keadaan mereka kala masih ada di masa jahiliyah.

Setelah memaparkan garis keturunan Rasulullah saw, beliau menuliskan tahap kelahiran Rasulullah saw, saat itu seluruh alam semesta menyambut kelahiran Nabi Muhammad. Banyak sekali buku Sejarah Kehidupan Nabi yang beredar. Namun, buku Sejarah Nabi ini punya banyak kelebihan, yaitu:

  • Sumbernya diambil dari data-data tepercaya.
  • Buku ini meraih penghargaan tertinggi dari lembaga Islam terkenal di Arab Saudi, Rabithah Alam Islami. Dengan penghargaan ini, buku ini telah mendapat pengakuan dunia internasional.
  • Kelebihan lainnya dari buku sirah nabawiyyah adalah dimuatnya peta-peta penyebaran Islam, peta pertempuran dan peta Arab di zaman Nabi Muhammad Saw.

[ Tertarik Untuk Memesan? Klik di sini Sirah Nabawiyah: Sejarah Kehidupan Rasulullah ]

Diskon Untuk Reseller Jual Buku Islami Best Seller 100% Original

Tentu saja, keuntungan bergabung menjadi reseller adalah mendapat diskon sebesar 20% untuk Al-Quran dan 20% untuk Buku Islam. [ Baca Persyaratan Reseller Penerbit Jabal ]

Penerbit Jabal merupakan Penerbit AlQuran & Buku Islam tangan pertama. Terlebih lagi, ada banyak manfaat jika mendapatkan produk dari tangan pertama. Misalnya, harga lebih murah karena tanpa perantara serta produk lebih terjamin kualitasnya. Kemudian, pengiriman produk lebih cepat dan pastinya mendapat garansi.

Sekilas Tentang Penerbit Jabal – Jual Buku Islami Best Seller

Penerbit Jabal merupakan spesialis menerbitkan al quran dan buku islam sejak tahun 2004. Selain itu, kami melayani juga pemesanan cetak alquran custom yang dapat memberikan kesan lebih personal dan exclusive. Misalnya, Al Azhar, Arba’ah, Al Hikmah dan lainnya.

Kami siap membantu Anda menyediakan kebutuhan alquran custom dengan cover yang bisa menggunakan nama Anda atau logo perusahaan, lembaga, branding, promosi maupun event/acara.

Komitmen dari kami untuk memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu dalam proses produksinya. Kami siap untuk menjadi mitra yang dapat dipercaya oleh Anda dan menjadi bagian dari solusi masalah Anda.

Keuntungan Bermitra Bersama Penerbit Jabal

  • Untung Berlipat. Diskon yang diberikan untuk reseller, agen dan distributor sangat BESAR.
  • Bebas Harga Jual. Selain mendapat diskon yang lumayan, Anda bebas menentukan harga jual. Untung berlipat.
  • Katalog Digital. Kami akan memberikan katalog digital dan foto-foto produk. Sehingga Anda tak perlu lagi memfoto sendiri.
  • Bisa Retur. Distributor tidak perlu khawatir produk yang menumpuk, kami membuka kesempatan untuk retur (ditukar dengan produk yang laku).
  • Insha Allah Berkah. Berbisnis bukan soal untung. Dengan menjual Al Quran & buku Islam, sama dengan syiar Islam.

Jual Buku Islami Best Seller – Pemesanan Klik Chat via WhatsApp di Bawah ini

Penerbit Jabal
HP/WA: 085315129995
Telp/Fax: 022-7809282

Baca Juga :