Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar

13 Juli 2018

arti

Sifat dengki ini tampak dari sikapnya yang selalu tidak bisa melihat keberhasilan atau kebahagiaan orang lain yang menjadikannya jiwanya selalu tidak tenang, selalu ingin menang, curigaan dan berburuk sangka kepada orang lain dan tidak bersyukur dengan karunia yang didapatnya.

Pada masa kini sifat dengki ini banyak muncul melalui ciri yaitu senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang

Tiada kebaikan sedikitpun suatu sifat dengki (Hasud) kecuali hanya akan mencelakakan dirinya dimana kebaikan kebaikan yang sudah susah payah dilakukan akan hilang percuma sesuai perumpamaan kayu kering yang dimakan api.

Hilangnya kebaikan juga terjadi bila dengki mengarah pada tindakan mendholimi orang lain. Orang yang didengki atau  didholimi akan mendapat hadiah  kebaikan dari orang mendengki dirinya.

Sebab

Sebab-sebab kedengkian muncul dari adanya rasa permusuhan, kebencian dan adanya perasaan tinggi hati menganggap diri lebih mulia dan berharga dibanding orang lain. Orang dengki sangat menyukai kepemimpinan, kedudukan dan pangkat, kikir untuk berbuat baik kepada orang lain.

Bila kita jeli dan teliti melihat komposisi nafsu yang ada didalam diri, maka sifat ini keluar dari nafsu amarah yang orientasinya kepada tinggi hati, sombong dan takabur. Nafsu amarah ini keluar sebagai sifat asli dari Iblis.

Melalui dengki atau hasud akan muncul atau membuahkan perbuatan tercela yang amat banyak jumlahnya. Satu diantaranya melalui sifat yang sangat tercela yaitu dendam, sehingga seseorang itu sangat sulit memaafkan orang lain.

Semakin tinggi kedudukan dan kekuasaan seseorang makin besar kemungkinan perbuatan dzalim atau kemaksiatan yang keluar dari sifat hasudnya itu.

akibat

Karena itu tidak heran bila sifat dengki mengakibatkan celaan dan hinaan dari masyarakat dan dari Allah akan mendapat malu dan siksa. Dengki pertama dicontohkan setan dikala melihat kedudukan yang diperoleh Adam As.

Dalam kaitan ini dengki kemudian masuk kategori dosa besar karena tidak menerima ketetapan Allah yang memang memberikan karunia dan kelebihan pada seseorang diatas hamba yang lain.

Firman Allah : Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Annisa 32) penerbit alquran

 

Penerbit Jabal Bandung menerbitkan alquran dan buku Islam serta melayani pesanan Al-Qur’an dan buku eceran maupun agen.

Info dan Pemesanan Hubungi :

Telp/WA : 0853 1512 9995/ Telp/Fax : 022-7809282
Jl.Desa Cipadung No 47 Cibiru Bandung 40614



Baca juga
  »
31 Juli 2018
Dalil yang Berkenaan dengan Aqiqah
Dalil Alquran dan Hadits Shahih yang Berkenaan Aqiqah.

  »
6 Juli 2018
Do'a minta pertolongan dari sifat malas
"Allahumma inni a'udzu bika minal 'azji,wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a'udzu bika min 'adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal maat."

  »
29 Juni 2018
Sedekah anak yatim sebagai tanda tingkat keimanan seseorang
Sedekah adalah salah satu ibadaha yang dimuliakan Allah, allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18).

  »
26 Juni 2018
Cinta Al-Qur'an Selamatkan Hidup
Pasti ada Orang yang sinis dan bahkan tidak percaya terhadap judul di atas. Namun, bagi orang yang paham Alquran apalagi yang menghayati dan mendalaminya secara substantif, pasti akan berkata, ungkapan itu benar dan amat logis. Mari kita buktikan kebenaran ungkapan itu dengan mengamati fungsi Alquran dalam kehidupan; baik secara individual, berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa dan bernegara.

  »
6 Juni 2018
I’tikaf Boleh Dilakukan di Masjid Mana Saja
Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”.