alquran kitab suci yang mulia

5 April 2018

Al Qur’an Kitab Mulia (Kariim)
Quran Poin 02/01/2012
Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia , pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabb semesta alam (QS Al Waqi’ah : 77-80)

Setelah bersumpah dengan keagungan ciptaan-Nya di langit, dengan bintang-bintang yang tertata rapi dan berjalan pada porosnya, Allah swt – sebagaimana pada ayat diatas- lalu menegaskan keagungan Al Qur’an sebagai kalam yang mengandung kebenaran dan cahaya bagi hidup manusia. Bila bintang-bintang dapat menjadi petunjuk jalan bagi manusia saat menuju tujuan tertentu yang diinginkan, maka Al Qur’an harus menjadi petunjuk jalan baginya menuju Allah swt.

Hanya dengan kesadaran menuju Allah jualah, jalan keselamatan akan tercapai. Inilah hakikat tauhid yang menjadi inti risalah para nabi. Al Qur’an dari awal sampai akhir dalam setiap kesempatan di semua surat-suratnya selalu menegaskan hakikat ini. Adalah hal yang benar jika kemudian imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya yang sangat terkenal madarijussalikin menjelaskan bahwa tema sentral Al Qur’an adalah tauhid.

Abul A’la Al Maududi, seorang pemikir muslim dari Pakistan, juga menguatkan hal yang sama dalam tafsirnya Tafhimul Qur’an. Bahwa Al Qur’an sejatinya tidak lain adalah untuk membawa manusia menjadi semata hamba Allah swt. Siapapun yang membacanya dengan ruh keimanan secara mendalam pasti akan terhantar ke titik derajat kehambaan kepada Allah dan memang tidak ada yang pantas dituhankan selain-Nya.

Hanya Allah swt satu-satunya Dzat yang harus disembah. Maka menyembah selain Allah adalah kezaliman terhadap kemanusiaan itu sendiri. Dalam hal ini, hanya Al Qur’an yang paling konsisten mendeklarasikan hakikat tauhid tersebut. Oleh karena itulah, kedudukan Al Qur’an menjadi sangat agung. Allah menegaskan dalam ayat diatas : Innahul dan laqur’anul kariim.

Kata innahu dan la dalam laqur’anul kariim adalah huruf taukid yang mengindikasikan betapa Al Qur’an memang benar-benar Al Qur’an yang mulia. Ia bukan kitab biasa yang sering kita lihat pada karangan manusia. Susunannya pun berbeda. Perpindahan dari tema ke tema dalam setiap surat mengalir seperti air. Pembacanya tanpa terasa tiba-tiba menemukan dirinya seperti dalam sebuah kebun bunga yang berwarna-warni. Semuanya indah. Sang pembacapun tidak merasa pindah dari bunga satu ke bunga yang lain.

Namun Al Qur’an bukan sekedar kebun bunga. Ia lebih indah daripada itu. Ia bukan hanya indah melainkan lebih dari itu. Al Qur’an memberikan pencahayaan. Setiap manusia pasti membutuhkannya. Siapapun yang menghindar darinya pasti sengsara.

Allah berfirman : “Orang yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta “. (QS Thaha : 124). Oleh karenanya, Allah berjanji untuk menjaga keasliannya.

Dalam surat Al Hijr 9, Allah swt berfirman :”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” Pada ayat diatas kita membaca bersama penegasan berbunyi : fii kitabim maknuun.

Ayat fii kitabim maknuun menggambarkan bahwa Al Qur’an benar-benar terjaga. Para ahli tafsir menerangkan maksud penjagaan disini adalah terpeliharanya dari segala bentuk perubahan berupa penambahan atau pegurangan (attahriif aw attaghyiir aw attbadiil). Tidak seperti kitab-kitab agama terdahulu yang penjagaannya diserahkan kepada para pemuka agama. Akibatnya, kitab-kitab itu kini tidak asli lagi, berbagai revisi dan perubahan selalu dilakukan.

Berbeda dengan Al Qur’an, Allah yang langsung menjaga Al Qur’an. Sebab itu, Al Qur’an akan tetap asli. Bahkan sekalipun seluruh jin dan manusia bersepakat untuk mengubah Al Qur’an, mereka tentu tidak akan mampu melakukannya. Dengan kata lain bahwa posisi keaslian dan kelengkapan Al Qur’an tidak perlu diragukan lagi. Al Qur’an berada dalam kondisi yang sangat aman.

Ketika Allah swt membuktikan janji-Nya, sungguh nampak banyak hal yang luar biasa, sampai-sampai orang-orang Jepang yang tidak beriman kepada Al Qur’an, Allah gerakkan untuk menjaganya. Perhatikan, mereka memproduksi elektronik Al Qur’an. Berbagai CD Al Qur’an dicetak dengan jumlah tak terhingga.

Di berbagai negara dunia Islam, gerakan menghafal Al Qur’an tidak pernah berhenti. Anak-anak kecil penghafal Al Qur’an semarak memenuhi masjid setiap pagi dan sore. Dengan ini, umat Islam tidak usah khawatir lagi mengenai keaslian dan kelengkapan Al Qur’an. Yang harus dikhawatirkan adalah lemahnya semangat mengamalkan kandungannya.



Baca juga
  »
31 Juli 2018
Dalil yang Berkenaan dengan Aqiqah
Dalil Alquran dan Hadits Shahih yang Berkenaan Aqiqah.

  »
13 Juli 2018
Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar
Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar

  »
6 Juli 2018
Do'a minta pertolongan dari sifat malas
"Allahumma inni a'udzu bika minal 'azji,wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a'udzu bika min 'adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal maat."

  »
29 Juni 2018
Sedekah anak yatim sebagai tanda tingkat keimanan seseorang
Sedekah adalah salah satu ibadaha yang dimuliakan Allah, allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18).

  »
26 Juni 2018
Cinta Al-Qur'an Selamatkan Hidup
Pasti ada Orang yang sinis dan bahkan tidak percaya terhadap judul di atas. Namun, bagi orang yang paham Alquran apalagi yang menghayati dan mendalaminya secara substantif, pasti akan berkata, ungkapan itu benar dan amat logis. Mari kita buktikan kebenaran ungkapan itu dengan mengamati fungsi Alquran dalam kehidupan; baik secara individual, berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa dan bernegara.