Tentang Kami

Visi

Menjadi penerbit al Quran nomer satu atau nomer dua di Indonesia pada tahun 2020

Misi

Menyediakan al Quran dengan berbagai macam jenis layout yang dibutuhkan masyarakat - menyediakan buku referensi dan buku anak muslim yang bermanfaat, enak dibaca, ringan dan mudah dimengerti.

Nilai-nilai

Salah satu pembeda zaman pra sejarah dengan zaman sejarah adalah tulisan. Di zaman pra sejarah manusia tidak mengenal budaya tulis menulis. Awal zaman sejarah pada setiap bangsa tidak sama. Mesir dan Cina termasuk bangsa yang lebih dahulu memasuki zaman sejarah. Begitu pula manusia. Setiap manusia yang tidak mempunyai karya bagaikan orang yang hidup di zaman pra sejarah. Oleh karena itu, kami mendirikan penerbit Jabal sebagai bukti keikutsertaan kami dalam mengisi zaman sejarah ini.

Semua yang diajarkan oleh agama Islam akan kami usahakan dilakukan dan apa yang dilarang agama Islam akan kami usahakan tidak kami lakukan.

Sejarah

Sudah sembilan tahun penerbit Jabal berdiri. Buku pertama terbit April 2004. Buku pertama berjudul kebiasaan. Tebalnya hanya 96 halaman. Selanjutnya rata-rata sebulan menerbitkan satu judul baru. Dengan ketebalan buku bervariatif dari 100 halaman sampai 672 halaman. Sampai bulan April 2012 sudah 90 judul buku, 8 Puzzle untuk anak, dan 10 variasi mushaf al Quran yang diterbitkan oleh penerbit Jabal.

Buku merupakan parameter yang menunjukan kemajuan peradaban suatu bangsa. Di negara maju seperti negara-negara Eropa dan Amerika, buku yang terbit setiap tahun mencapai seratus ribu judul baru. Sedangkan di Indonesia per tahun rata-rata hanya terbit sepuluh ribu judul baru.

Jumlah eksemplar setiap cetakan juga berbeda. Per judul rata-rata di Indonesia cetakan awal antara 2.000 sampai 3.000. Di Amerika, cetakan pertama antara 50.000 sampai 100.000 ribu. Misalnya, buku Da Vinci Code cetakan pertama sebanyak 235.000 buku dan cetakan selanjutnya 500.000 buku. (Republika, 2008).

Dari data ini saja sudah terlihat kurangnya judul baru yang terbit di Indonesia. Padahal Indonesia adalah negara no empat terbesar dari segi luas dan jumlah penduduknya di dunia. Bangsa ini akan sulit mengejar ketertinggal dari bangsa lain, bila buku-buku yang tersedia masih sedikit. Buku merupakan salah satu sumber pengetahuan. Buku senantiasa dimanfaatkan oleh masyarakat berpendidikan. Mulai dari tingkat kanak-kanak sampai usia lanjut sekalipun.

Peningkatan jumlah orang terdidik di Indonesia telah membuat buku menjadi komoditas bisnis yang menguntungkan. Iklim demikian, membuka peluang besar bagi usaha industri buku. Ditambah dengan amanat dari Undang-undang Dasar yang mewajibkan pemerintah mengalokasikan dua puluh persen APBN ke bidang pendidikan. Karena bidang pendidikan berdekatan dengan dunia perbukuan, membuat industri buku meningkat pula.

Pasar buku umum di Indonesia, saat ini dikuasai oleh dua penerbit besar. Gramedia dan Agromedia. Pasar buku pelajaran dikuasai oleh Erlangga dan Tiga Serangkai. Sedangkan Pasar buku Islam di Indonesia senilai satu trilyun per tahun dikuasai oleh lima penerbit besar. Mizan, Gema Insani Press, Serambi, Pustaka Hidayah dan Syamil. Kelima penerbit itu diperkirakan menguasai 40 % pangsa pasar buku Islam. Penjualan buku Islam diperkirakan terus menanjak dalam lima tahun kedepan. Buku-buku Islam kini semakin variatif dan mempunyai pengemasan yang lebih baik. (Republika, 2008)

Komponen yang penting dalam pemasaran buku adalah distributor buku. Distributor buku lebih menyenangi mendistribusikan buku dari penerbit yang sudah ternama, karena relatif sudah jelas pasarnya. Namun kini mulai bermunculan buku-buku best seller yang diterbitkan oleh penerbit pemula. Contohnya penerbit Ufuk, yang hanya dalam setahun, diperkirakan telah mempunyai omzet lebih dari 10 milyar. Penerbit Dastan yang hanya dalam dua tahun diperkirakan mempunyai omzet lebih dari 15 milyar. (Republika, 2008). Distributor buku sebenarnya bukan tidak mau mendistribusikan buku dari penerbit kecil atau baru. Mereka menolak lebih karena tidak yakin bahwa buku-buku tersebut laku di pasaran. Karena itu penerbit baru atau penerbit kecil mengikuti banyak pameran.

Dengan 180 juta penduduk Indonesia yang beragama Islam, pasar al Quran masih terbuka luas. Menurut data dari Menteri Agama, saat ini masyarakat Muslim Indonesia masih kekurangan 25 juta eksemplar al Quran. Sedangkan penerbitan yang ada baru mampu menerbitkan dua juta al Quran per tahun. (Republika, Maret 2009).

Dengan latar belakang itu, kami yakin dengan manajemen dan strategi yang tepat, kami bisa menjadi penerbit al Quran nomer satu atau nomer dua di Indonesia pada tahun 2020.

Penerbit Jabal juga berpengalaman mencetak al Quran wakaf. Beberapa lembaga memberi kepercayaan kepada kami untuk mencetak al Quran dengan spesifikasi sesuai permintaan lembaga tersebut.

Lembaga yang sudah mencetak al Quran wakaf di Penerbit Jabal antara lain : MUI JATIM, Hidayatullah Surabaya, BAZNAS Pusat Jakarta, Universitas Mercu Buana, Yayasan Nurul Hayat Surabaya, Yayasan Tasdiqiya Bandung, Daarul Quran, Yayasan al Burhan Jakarta, BKPRMI Bontang,  Aneka Tambang Kendari.

Bagi yang ingin memesan al Quran untuk wakaf silahkan hubungi Hendra HP/Whatsapp 081320635075

Anda bisa langsung menghubungi kami di:

penerbit_jabal@yahoo.com

@penerbitjabal

FB/penerbitjabal

Hp. 081320635075 / 083871117381 

Whatspaa 081320635075 / 083871117381

Kantor : telp/faks 022-7809282

atau datang langsung ke Penerbit Jabal Jl. Desa Cipadung No 47 Cibiru Bandung